ORGANIK MARKETING

Bimbingan MOM Pertama

Kenalan dengan Organic Marketing

Organic Marketing

adalah Strategi pemasaran dengan memanfaatkan media promosi gratisan.

Untuk membuat sebanyak-banyaknya orang yang awalnya tidak mengenal bisnis kita,  jadi pelanggan setia. 

5 alasan tambahan kenapa Anda perlu menerapakan strategi ini ke dalam bisnis Anda

  1. Personal
  2. Loyal
  3. Practiable
  4. Simple 
  5. Impactfull

Saya ingin mengatakan ke Masroy Aji bahwa

  • Mindset itu sangat penting, karena dengan mengubah cara berifikir, kita akan mendapatkan hasil yang berbeda
  • Kalau bisnisnya untung, sisihkan sebagian buat disimpan dalam kas 
  • Salah satu cara memperbesar penjualan adalah dengan cara memperbanyak calon pembelinya
  • Dan salah satu cara memperbanyak calon pembeli adalah dengan Organic Marketing. 

Bimbingan MOM ke Dua

Traffic dan Target

Traffic adalah calon pembeli yang ada di bisnis kita.

Orang yang tepat untuk produk kita, itu disebut dengan Target 

Target pasar adalah mereka yang punya ketertarikan besar dengan produk kita, mungkin membeli, dan punya kemampuan membayar produk yang kita tawarkan.

Jualan ke orang yang bukan target pasarnya, mau dipaksa seperti apapun, kalau awalnya gak mau, ya gak mau. 
Dapat pembeli belum tentu, dapat capek sudah pasti, hehe. 

Jualan ke semua orang, artinya gak jualan ke siapapun. 

Sadarilah bahwa yang minat produk Anda bukan sembarangan orang. 
Produk Anda itu bagus. 
Produk Anda itu menarik. 
Produk Anda itu ditunggu banyak orang. 
Jadi, tawarkan produk Anda HANYA ke target pasarnya saja. 

Orang-orang yang kita tawari produk kita, belum tentu semua tertarik.
Orang-orang yang tertarik, belum tentu semua bertanya.
Orang-orang yang bertanya, belum tentu janji beli. 
Orang-orang yang janji beli, belum tentu semuanya ingat bayar.
Orang-orang yang ingat bayar, belum tentu bayar beneran, hehehe. . 
Siapa tau disaat mereka mau bayar, ada kondisi dimana mereka harus menahan uangnya karena ada kebutuhan lainnya.

Kesimpulannya apa?
Kesimpulannya adalah, orang yang minat produk kita, belum tentu semua jadi pembeli. 
Ini hukum pasti, gak terbantahkan dan gak bisa dibantah.

cari dimana target pasar dalam jumlah yang banyak ?

Kalau cari calon pembeli, pakai aja Facebook atau Instagram, atau keduanya. 

Kalau pakai sosmed buat jualan, kekurangan calon pembeli itu tidak mungkin.

Ya, Sosmed adalah sumber Traffic Tanpa Batas. 

Apa yang harus kita lakukan kalau mau pakai Fb dan IG untuk mendapatkan penjualan yang besar ?

Langkah Pertama, Menentukan Media

Tentukan dulu Anda mau fokus di Fb atau di IG atau di Keduanya? 

Cara menentukannya, berdasarkan media mana yang paling banyak digunakan oleh target pasar Anda.

angkah Kedua, Setting Akun 

Setting akun kita menarik dimata target pasar. 

Buat apa? 

Untuk membangun kepercayaan. 

Calon pembeli pasti ragu kalau diminta membeli ke penjual yang labil, yang pekerjaan di Fbnya Direktur di PT Mencari Cinta, hehe 
Jadi, settinglah akun Anda seprofesional mungkin, menyesuaikan dengan target pasar, agar Anda dipercaya oleh mereka. 

Cara settingnya? 

Silahkan ikuti petunjuk di Modul ini 
Setting akun di Fb bit.ly/2Nyzn3D
Setting akun di IG bit.ly/2T3Ayy2

Langkah Ketiga, Tambah Follower

Kalau di Fb istilahnya tambah teman
Kalau di IG istilahnya tambah follower

Tapi bukan sekedar teman biasa ya. Pastikan orang-orang yang menjadi teman dan follower Anda adalah mereka yang memang target pasar Anda. Kenapa? 

Karena mereka adalah orang-orang yang melihat postingan kita. 
Kalau postingan kita dilihat oleh mereka yang bukan target pasar, ya wajar kalau dicueki.

Disinilah kegagalan jualan di sosmed dimulai.
Masih ada orang yang bersikeras mengisi teman dan follower mereka dengan sembarangan orang. 
Ya wajar kalau jualannya gak direspon, itu semua karena orang-orang yang lihat postingannya adalah mereka yang bukan target pasar.

Lalu cara membuat sosmed berteman atau di follow oleh target pasar seperti apa?

Untuk mendapatkan teman Fb berupa calon pembeli, ini caranya bit.ly/2GOq5Qt
Untuk mendapatkan follower IG berupa calon pembeli, ini caranya bit.ly/2BWJQkO

Bimbingan MOM ke Tiga

cara interaksi dengan calon pembeli di sosmed.

Ya, interaksi adalah salah satu cara untuk mendapat kepercayaan calon pembeli Anda.
Bahkan, Saya menyimpulkan bahwa salah satu kunci pemasaran di sosial media itu ya interaksi. 
Kenapa? 

Pada dasarnya, kita tidak bisa mengontrol calon pembeli semaunya. 
Faktanya, calon pembeli BEBAS MEMILIH untuk membeli ke penjual manapun.
Dan sudah fitrahnya kalau mereka pasti akan memilih membeli kepenjual yang mereka sukai. 
Semakin disukai, semakin besar kemungkinan terpilihnya. 

Lalu bagaimana cara jadi penjual yang disukai?
Jawabannya adalah naikan tingkat interaksinya. 

Selain membuat sebanyak-banyaknya orang terhubung dengan media promosi kita, kita harus membuat sebanyak mungkin calon pembeli berinteraksi dengan kita. 
Karena semakin sering interaksi, semakin dekat dengan transaksi, hehe.

Ingat juga bahwa sosial media itu dibuat dengan tujuan bersosialisasi. 
Jadi, jangan cuma mikir jualan aja disana, hehe. 

Lalu bagaimana cara interaksi dengan calon pembeli kita di sosmed? 

Gak terlalu sulit koq, 
Caranya . . . 
Jika Anda melihat calon pembeli Anda update status, like statusnya.
Jika status mereka memancing komen, maka berikanlah komen yang positif. 
Dan jika Anda suka dengan postingan mereka, sesekali share postingan tersebut ke timeline Anda.

Penjelasan singkatnya sih seperti itu, tapi ada yang lebih lengkap dan detail, silahkan pelajari di modul ini ya Mas Aji bit.ly/2BZBCIH

Untuk memancing calon pembeli mau interaksi dengan kita, maka buatlah sesuatu yang disebut dengan Konten  
Apa itu konten? 

Buat yang belum tau, penjelasan bebasnya
Konten adalah semua hal yang kita upload ke dunia online, gunanya untuk berkomunikasi dengan konsumen kita.
Atau dalam materi ini, konten adalah apapun yang kita posting di Fb dan IG.

Ya, postingan-postingan kita selama ini, itu adalah sesuatu yang sebenarnya bisa membuat calon pembeli berinteraksi dengan kita.
Sayangnya, masih banyak orang yang isi postingannya hanya menuruti hawa nafsu.

Lagi jengkel, posting 
Lagi sedih, posting 
Lagi butuh duit, posting
Hehe

Hal tersebut, sebenarnya gak salah-salah banget. 
Tapi kalau pakai sosmed untuk jualan, sebaiknya hindari hal seperti itu.